GpC9BUW8TUA9Tfr6BSM0GpOpGY==
Berita
Terkini

Geliat UMKM Banten di Era Digital: Melampaui Sekadar 'Jualan Online'

UMKM Banten kini tak lagi sekadar bertahan, tapi mulai mendominasi pasar digital melalui inovasi kreatif. Simak tantangan dan peluangnya di sini.
Ukuran huruf
Print 0
UMKM Banten kini tak lagi sekadar bertahan, tapi mulai mendominasi pasar digital melalui inovasi kreatif. Simak tantangan dan peluangnya di sini.

Pelaku UMKM Banten melakukan digitalisasi produk lokal melalui pemasaran digital kreatif. Yazid N/Pexels. 

TANGERANG SELATAN, Sabhawana.Online Wajah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Banten tengah mengalami transformasi besar. Jika beberapa tahun lalu digitalisasi hanya dianggap sebagai "opsi tambahan", kini merambah ke dunia digital telah menjadi napas utama bagi keberlangsungan bisnis masyarakat di wilayah penyangga ibu kota ini.

Provinsi Banten, khususnya wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya, memiliki modalitas yang kuat. Berdasarkan pantauan di lapangan, produk-produk lokal seperti kuliner khas, kerajinan tangan, hingga fashion lokal kini tidak hanya dipasarkan melalui etalase fisik, melainkan telah merambah ke berbagai marketplace dan media sosial dengan kemasan yang jauh lebih profesional.

Namun, transisi ini bukan tanpa hambatan. Siti Aminah, seorang perajin produk olahan pangan asal Ciputat, menuturkan bahwa tantangan terbesar bukanlah pada pembuatan produk, melainkan pada bagaimana membangun kepercayaan di dunia maya. "Dulu kita pikir asal posting foto saja cukup. Ternyata, kita harus paham estetika, cara menjawab chat calon pembeli dengan ramah, hingga urusan logistik yang tepat waktu," ujarnya saat ditemui dalam sebuah pameran lokal baru-baru ini.

Langkah digitalisasi ini pun didukung oleh berbagai inisiatif komunitas kreatif di Banten. Literasi digital menjadi kunci utama. Banyak pelaku UMKM mulai menyadari bahwa konten visual yang menarik—atau sering disebut visual storytelling—memegang peran krusial. Foto produk yang estetik dan video pendek yang menceritakan proses pembuatan produk terbukti mampu meningkatkan engagement pelanggan secara signifikan.

Pemerintah daerah sendiri terus mendorong para pelaku usaha untuk naik kelas. Bukan sekadar "go digital" dalam arti berjualan, namun juga dalam hal pengelolaan keuangan dan standarisasi kualitas. Hal ini penting agar produk Banten mampu bersaing tidak hanya di level nasional, tapi juga merambah pasar global melalui kemudahan akses informasi yang ditawarkan internet.

Ke depan, tantangan bagi UMKM Banten adalah konsistensi. Di tengah persaingan pasar digital yang kian sesak, keunikan narasi lokal menjadi senjata yang ampuh. Membawa nilai budaya Banten ke dalam produk yang modern adalah strategi jitu untuk memikat hati generasi milenial dan Gen Z yang kini menjadi penggerak utama ekonomi digital.

Fenomena ini membuktikan satu hal: digitalisasi bukan lagi tentang kecanggihan teknologi semata, melainkan tentang keberanian untuk beradaptasi. UMKM Banten telah membuktikan bahwa dengan semangat lokal dan sentuhan teknologi, mereka sanggup berdiri tegak menghadapi badai ketidakpastian ekonomi dunia.

Geliat UMKM Banten di Era Digital: Melampaui Sekadar 'Jualan Online'
Baca Juga
Baca selengkapnya

0Komentar

Tautan berhasil disalin