SERANG, Sabhawana.Online – Sektor pertanian di Provinsi Banten kini mulai memasuki babak baru dengan pemanfaatan teknologi Kecerdasan Buatan (AI). Langkah inovatif ini mulai diterapkan oleh sejumlah kelompok tani untuk memantau kesehatan tanaman dan kelembapan tanah secara lebih presisi dibandingkan metode konvensional.
![]() |
| Orang yang berinteraksi dengan aplikasi obrolan AI DeepSeek di telepon pintar, dengan fokus pada inovasi dan komunikasi digital. Abdelrahman Ahmed/Pexel. |
Implementasi teknologi ini bertujuan untuk meminimalisir risiko gagal panen yang sering kali diakibatkan oleh perubahan cuaca ekstrem dan serangan hama yang tidak terdeteksi sejak dini. Dengan sensor yang terhubung ke aplikasi berbasis AI, petani dapat menerima notifikasi langsung melalui ponsel pintar mengenai kapan waktu terbaik untuk melakukan pemupukan atau pengairan.
Kepala dinas terkait di wilayah Banten menyatakan bahwa adopsi teknologi digital di pedesaan merupakan langkah strategis untuk menarik minat generasi muda kembali ke sektor pertanian. "Teknologi AI membantu petani bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras. Ini adalah kunci ketahanan pangan kita di masa depan," ungkapnya saat meninjau lahan percontohan di Serang, Selasa (12/5).
Meskipun biaya awal untuk pengadaan perangkat sensor masih tergolong tinggi, para petani yang sudah mencoba merasakan penghematan biaya operasional hingga 20 persen. Hal ini dikarenakan penggunaan pupuk dan air menjadi lebih efisien dan tepat sasaran berdasarkan data yang diolah oleh sistem cerdas tersebut.
Kendati demikian, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah pemerataan jaringan internet di pelosok desa serta pendampingan teknis bagi para petani senior. Program pelatihan pun terus digencarkan agar para petani tidak hanya mahir dalam bercocok tanam, tetapi juga cakap dalam mengoperasikan perangkat teknologi pendukung.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, pengembang teknologi, dan masyarakat tani, Banten diharapkan dapat menjadi pelopor pertanian berbasis digital di Pulau Jawa. Transformasi ini membuktikan bahwa teknologi canggih seperti AI tidak hanya milik industri besar di kota, tetapi juga bisa menyentuh dan menyejahterakan masyarakat di pedesaan.

0Komentar