TANGERANG, Sabhawana.Online – Sektor properti di wilayah penyangga Jakarta, terutama Tangerang, menunjukkan tren pertumbuhan yang positif pada memasuki kuartal kedua tahun 2026. Peningkatan ini dipicu oleh tingginya permintaan pasar terhadap hunian yang terintegrasi dengan akses transportasi publik dan fasilitas kota mandiri yang lengkap.
![]() |
| Ilustrasi Kawasan hunian modern di wilayah Tangerang yang kini menjadi incaran para pencari properti dari ibu kota. Foto: Terje Sollie via Pexels |
Pergeseran minat konsumen ini didominasi oleh generasi milenial dan keluarga muda yang bekerja di Jakarta namun mencari hunian dengan kualitas lingkungan yang lebih baik. Tangerang dianggap menjadi primadona karena ketersediaan infrastruktur penunjang seperti jalan tol baru dan perluasan rute transportasi berbasis rel yang memudahkan mobilitas harian menuju pusat bisnis ibu kota.
Seorang pengamat properti nasional menyebutkan bahwa pertumbuhan ini juga didorong oleh mulai stabilnya tingkat suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR). "Saat ini konsumen jauh lebih cerdas. Mereka tidak hanya membeli bangunan, tapi juga membeli ekosistem, keamanan, dan efisiensi waktu," ujarnya saat ditemui dalam sebuah pameran properti di Serpong, Selasa (12/5).
Di sisi lain, para pengembang properti besar di wilayah Banten terus melakukan inovasi dengan meluncurkan konsep hunian ramah lingkungan (eco-living) dan rumah pintar (smart home). Konsep ini terbukti mampu menarik minat investor karena memiliki nilai investasi jangka panjang yang cukup menjanjikan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kendati demikian, tantangan kenaikan harga bahan bangunan tetap menjadi perhatian bagi para pelaku industri. Hal ini menyebabkan penyesuaian harga di beberapa tipe hunian, namun permintaan tetap stabil karena didukung oleh program promosi dan kemudahan skema pembayaran yang ditawarkan oleh perbankan nasional.
Dengan terus berkembangnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di sekitar Tangerang, wilayah ini diprediksi akan tetap menjadi mesin penggerak utama sektor properti di Jabodetabek hingga akhir tahun mendatang. Sinergi antara pembangunan infrastruktur pemerintah dan inovasi sektor swasta menjadi kunci utama dalam menjaga gairah pasar properti lokal.

0Komentar